Rabu, 04 Agustus 2010

Kebenaran

"Kau bahkan tak pernah mau tahu tentang aku dan dia!"

Mungkin aku hanya takut mendengar jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku tentang kalian. Aku hanya takut jika kenyataan yang ada begitu sama dengan segala yang selama ini tak bisa kuhindari kurisaukan.

Kebenaran-kebenaran itu tak pernah terdiam cukup lama di balik pintu-pintu tak terlihat yang mengepung kita. Ia selalu berhasil menyelisip di antara angin dini hari yang dingin, mengembara bersama gaduh dan riuh canda orang-orang, bahkan dalam senyap mimpi-mimpi malam.

Ada hal-hal yang sebenarnya kupilih untuk tak ingin kutahu. Maka kutarik garis tegas antara aku dan kalian. Tapi kebenaran benar-benar tak bisa terdiam cukup lama di antara kita. Ia selalu temukan cara untuk menemuiku, seberapa sering aku coba berpaling.

Sejenak sebelum subuh, satu kenangan tentang kita mampir tanpa diminta. Dan segera setelah kuucapkan salam, kebenaran kembali menemuiku dengan tiba-tiba.

Adakah satu saja kenangan yang benar-benar hanya milik kita? Milik kita. Yang tak menyangkut kalian ataupun kami. Karena kembali kutemui pemikiran yang sekian lama kuhindari. Bagimu pun, aku tak lebih dari sekedar bayang-bayang.

Tidak, untuk sesaat tadi, aku benar-benar tidak baik-baik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar