Senin, 20 September 2010

Harapan Terakhir

Aku benci mendapatimu salah mengerti
Tanyakan saja apa yang ingin kau tahu, aku ada

...
...

Ah, sudahlah
Ini juga kutulis sebelum suara-suara itu membawa cermin ke depan mukaku
Membuat pikir kembali mengulang-ulang tanya yang sama untuk diriku:
Siapa kamu? Apa hakmu melarangnya salah mengerti? Apa hakmu mengekang segala pemikirannya atas dirimu?

Pada akhirnya, aku masih saja percaya kau ada dengan caramu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar