Minggu, 27 Mei 2007

Perempuan Itu Bulan dan Lelakinya Siang

Perempuan itu adalah bulan bagi dunianya yang perlahan suram
Keindahan semu pemberi harapan
Tak terengkuh, tapi tak juga benar-benar hilang

Bulan ada dengan caranya
Hanya tak jarang tak kasat mata

Lelaki itu paham, ia sadar
Jarak tak pernah berkurang
Meski s’makin tinggi lompatan yang ia lakukan,
s’makin kencang larinya menuju bulan

Hingga tak pernah habis tanya,
“Mungkinkah luna dapat melirikkan ronanya pada siang?”*

* taken from my inspirational poem

27 Mei 2007

4 komentar:

  1. Dewi Malam & apa Pagi-nya Olip di Jomblo?
    Lah, klo gtu duniaku msh gelap trus no smpe skarang...ksian deh aq...hiks...=(

    BalasHapus
  2. KAU BULAN DAN AKU MATAHARI

    Waktu yang memisahkan dalam pencarian
    Biarlah rotasi keluar dari porosnya
    Kehancuran melanda saat kau berpelukan denganku
    Itulah yang kau ingginkan tuk melukiskan rasa yang mengendap pada jiwa

    BalasHapus
  3. wes mbuh pee,...xp
    ak g mudeng ngonoan,hehe T.T

    BalasHapus
  4. Heuw...MsBndr i...msok kagak tau to mksd kt2 it?? 'P

    BalasHapus